Salah satu jenis budi daya yang potensial dan mudah dikembangkan di negara kita adalah budi daya lobster air tawar. Hanya dengan memanfaatkan teknologi perikanan sederhana dan mempelajari ilmu pembudidayaan, siapa pun dapat memulai usaha budi daya lobster air tawar. Artikel ini akan membahas mengenai budi daya lobster air tawar, teknik dan teknologi yang dipakai dalam penerapannya, serta potensinya dalam ranah bisnis.
Senin, 31 Juli 2017
Selasa, 25 Juli 2017
7 Strategi Pengembangan Agribisnis Perikanan Air Tawar di Indonesia
Indonesia merupakan negara yang kaya akan keragaman hayati, baik di darat maupun di laut. Perikanan dalam cakupan agribisnis dipandang sebagai suatu sektor yang memiliki nilai cukup menguntungkan. Budi daya perikanan yang mencakup proses pemeliharaan ikan air tawar merupakan suatu jenis usaha yang layak digeluti. Artikel ini akan membahas secara khusus mengenai 7 strategi pengembangan agribisnis perikanan air tawar di Indonesia
Potensi Bisnis Menjanjikan dalam Budidaya Ikan Gurame
Perikanan merupakan salah satu bidang agribisnis yang berperan dalam kemajuan perekonomian nasional di Indonesia. Hal ini ditunjang dengan meningkatnya kecenderungan konsumsi ikan oleh masyarakat dari tahun ke tahun. Menurut Gustano (2004), peningkatan konsumsi ikan per tahun di Indonesia mencapai angka sebesar 2,67% yang mencakup ikan air laut maupun ikan air tawar. Tingginya permintaan akan ikan ini menjadikan bidang perikanan sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Salah satu bidang perikanan yang memiliki potensi agribisnis besar adalah budidaya ikan gurame. Artikel ini akan mengajak Anda untuk menyelami peluang usaha apa saja yang tersedia pada bidang budidaya ikan gurame serta faktor-faktor pendukungnya.
Ikan gurame memiliki prospek yang menjanjikan untuk peluang usaha, baik dalam skala kecil maupun besar. Salah satu faktor pendukung suksesnya peluang usaha budidaya ikan gurame adalah harga jualnya yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya, harganya yang stabil, dan permintaan pasar cukup tinggi.
Di Jakarta saja, permintaan akan ikan gurame mencapai angka 12 ton per minggu dan belum semua permintaan tersebut dapat terpenuhi (berdasarkan data dari Bank Indonesia, Pola Pembiayaan Usaha Kecil Budidaya Pendederan dan Pembesaran Ikan Gurami). Lahan budidaya di Indonesia pun masih luas tersedia, mengingat ikan gurame dapat tumbuh di kolam tembok, terpal, maupun kolam tanah. Untuk mendapatkan benihnya pun mudah, karena pemerintah melalui Balai Benih Induk (BBI) memproduksi benih yang dijual kepada petani untuk dibesarkan. Selain itu, benih ikan gurame juga dijual oleh petani benih yang bergerak secara mandiri.
Selain permintaan dari pasar lokal dan nasional yang tinggi, peluang usaha ikan gurame pun masih terbuka di pasar internasional. Negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam pun memiliki minat yang tinggi terhadap ikan gurame. Hanya saja, untuk dapat diekspor, kualitas ikan gurame harus memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional Indonesia.
Namun demikian, tidak seperti ikan lainnya, ikan gurame memerlukan waktu panen yang cukup lama, yakni antara 12-15 bulan. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ikan gurame tidak secepat ikan lain, seperti lele atau nila. Meski tentu saja dengan pemanfaatan teknologi yang tepat pertumbuhan ikan gurame dapat dipercepat. Salah satunya adalah dengan pemberian pakan intensif.
Faktor lainnya yang menjadi pendorong peluang usaha budidaya ikan gurame adalah mudahnya perawatan ikan dan tidak dibutuhkan banyak tenaga dan waktu untuk perawatannya. Pemberian makan ikan gurame, misalnya, hanya perlu dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore. Sementara pembersihan kolam hanya perlu dilakukan apabila kolam sudah kotor dan bau. Tingkat kotoran di kolam dipengaruhi oleh jenis kolam yang digunakan dan jumlah serta jenis pakan yang diberikan. Kolam terpal dan tembok cenderung lebih mudah kotor karena di dalamnya tidak hidup mikro-organisme yang mampu membantu penguraian sisa makanan dan kotoran ikan.
Dari segi segmentasinya, potensi agribisnis ikan gurame memiliki prospek di bidang pembenihan, pendederan, pembesaran, dan pemarasan. Pemilihan segmen dapat Anda landaskan pada kebutuhan pengembalian modal dan ketersediaan sumber daya. Seperti dikatakan sebelumnya, pembesaran ikan gurame memerlukan waktu setidaknya 12 bulan sehingga jika Anda memerlukan pengembalian modal dalam waktu lebih cepat disarankan menggali segmen lain seperti pemasaran atau pembenihan. Pilihlah segmen usaha yang paling menguntungkan dan paling Anda minati serta ditunjang dengan sumber daya yang tersedia.
Melihat banyaknya permintaan pasar dan mudahnya penerapan budidaya ikan gurame, potensi agribisnis di bidang ini terdengar sebagai peluang bisnis menggiurkan, bukan?
Sumber
Pujastuti, Analisis Usaha Budidaya Ikan Gurami, AGRISE Volume XII No. 2 Bulan Mei 2012
Bank Indonesia, Pola Pembiayaan Usaha Kecil Budidaya Pendederan dan Pembesaran Ikan Gurami
Minggu, 21 Mei 2017
Teknik dan Kendala dalam Budidaya Ikan Gurame di Kolam Tanah
Di Indonesia, produksi terbesar ikan gurame terdapat di pulau Jawa, khususnya daerah Jawa Tengah dengan angka melebihi 100 juta ekor per tahun (berdasarkan data dari Bank Indonesia, Pola Pembiayaan Usaha Kecil Budidaya Pendederan & Pembesaran Ikan Gurami). Sebagian besar pelaku budidaya ikan gurame masih menggunakan teknologi semi intensif, namun mereka sukses menjalankan usahanya. Hal ini tak dapat dilepaskan dari karaktristik ikan gurame sendiri yang tidak memerlukan perawatan khusus. Bahkan, ikan gurame dapat hidup dengan baik di empang (kolam tanah). Artikel ini akan membahas mengenai teknik budidaya ikan gurame di kolam tanah serta kendala yang dihadapi.
Minggu, 14 Mei 2017
Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal
Sebelum memutuskan untuk melakukan budidaya ikan gurame, ada baiknya mempelajari ilmu yang akan dibutuhkan dalam praktiknya. Salah satunya adalah mengenai pemilihan jenis kolam. Umumnya terdapat tiga jenis kolam untuk budidaya ikan gurame, yaitu kolam tanah, kolam tembok, dan kolam terpal. Keputusan Anda dalam memilih jenis kolam ini akan sangat bergantung pada tujuan budidaya ikan serta pertimbangan masalah biaya dan kemudahan pengembangannya.
Senin, 01 Mei 2017
Manfaat dan Pertimbangan dalam Budi Daya Ikan Gurame di Kolam Tembok
Sebagai salah satu ikan yang berasal dari perairan Indonesia, ikan gurame yang termasuk ke dalam familia Osphronemidae banyak diminati oleh masyarakat Indonesia karena dagingnya yang gurih dan bernilai gizi tinggi. Tak heran ikan gurame menjadi salah satu dari 12 komoditas yang diperlukan untuk pemenuhan gizi masyarakat, dan salah satu dari 15 komoditas ikan yang ditargetkan mampu meningkatkan produksi dan pendapatan petani.
Minggu, 23 April 2017
Seluk Beluk Sistem Agribisnis Ikan Gurame di Indonesia
Ikan gurame merupakan jenis ikan air tawar yang paling tinggi peminatnya, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk bisnis kuliner di resto dan rumah makan. Sistem agribisnis ikan gurame di Indonesia biasanya dilakukan oleh perorangan maupun organisasi dalam kelompok tani. Sistem yang dipakai kurang lebih sama, yaitu mulai dari persiapan kolam, pembesaran ikan, hingga pemasarannya. Artikel ini akan membahas tentang sistem agribisnis ikan gurame yang lazim dilakukan oleh para petani ikan di Indonesia.
1. Persiapan Kolam Budidaya
Kolam yang digunakan untuk membudidayakan ikan gurame umumnya ada tiga jenis, yaitu kolam tanah, kolam terpal, dan kolam tembok. Masing-masing kolam memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kolam tanah, misalnya, mengandung ion dan unsur mineral tanah yang secara langsung menjadikan kolam tersebut habitat yang sesuai untuk ikan. Tidak perlu dilakukan banyak perawatan karena di dalam kolam tanah terdapat organisme ramah yang membantu proses penguraian kotoran dan sisa makanan.
Berbeda halnya dengan kolam terpal dan kolam tembok yang harus dibersihkan secara berkala serta diberi tambahan suplemen mineral. Namun, untuk membuat kolam tanah diperlukan kondisi tertentu yang memenuhi kriteria akses pasokan air dan daya serap tanah. Sementara itu, meski kolam tembok dan kolam terpal dapat dibuat di mana saja, keduanya pun memiliki kekurangan. Kolam tembok cenderung lebih memakan biaya dan kolam terpal tidak tahan lama terhadap serangan cuaca.
2. Perawatan Kolam Budidaya
Dalam hal persiapan kolam, perlu juga dipertimbangkan suplai air, kebersihannya, dan perawatan kolam. Setiap masa panen dan sebelum kolam kembali digunakan sebaiknya periksa kondisi kolam kalau-kalau terdapat bocor (pada kolam terpal), retak (pada kolam tembok), atau longsor (pada kolam tanah) sehingga dapat diatasi segera.
Kolam yang sudah diperbaiki pun tidak langsung diisi air dan diberi bibit ikan, melainkan airnya didiamkan terlebih dahulu selama satu sampai dua hari sambil diberi mineral. Hal ini perlu dilakukan pada kolam terpal dan kolam tembok dengan tujuan supaya mineralnya bercampur dengan air dan kolam pun siap menjadi habitat yang baik untuk bibit ikan baru.
3. Penebaran Bibit Ikan Gurame
Bibit ikan gurame disebarkan pada kolam pembesaran setelah persiapan kolam selesai dilakukan. Sebagian petani melakukan pembibitan gurame sendiri dengan memelihara induk ikan di kolam terpisah, sementara sebagian lainnya berfokus pada pembesaran ikan saja. Idealnya, bibit gurame yang dilepas di kolam pembesaran telah berusia 3-5 bulan. Pada usia ini, ikan berkapasitas sekitar 5-7 ekor per kilogram. Apabila bibit ikan ini dibeli, penghitungan harganya bukan berdasarkan jumlah per ekor melainkan satuan per kilogram.
4. Pemberian Pakan dan Pemeliharaan
Ikan gurame termasuk mudah perawatannya. Pakannya dapat diberikan dalam bentuk pelet atau pakan alami seperti dedaunan: daun talas, daun singkong, dan daun pepaya. Pemberian pakan ini dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Sementara pemeliharan dilakukan dengan memantau keadaan kolam, terutama kebersihannya.
5. Panen
Ikan gurame umumnya dapat dipanen ketika beratnya telah mencapai 0,8 hingga 1 kg. Sayangnya, ikan gurame bukan termasuk ikan yang cepat besar sehingga diperlukan waktu 12 bulan -15 bulan hingga ikan siap dipanen.
6. Pemasaran
Faktor terpeting dalam sistem agribisnis ikan gurame adalah pemasaran produknya. Petani ikan gurame yang membudidayakan ikan dalam organisasi biasanya sudah memiliki pembeli tetap dan ikan-ikan hasil panen mereka pun dibeli dengan sistem borongan. Pengurasannya pun dilakukan oleh pihak pembeli di bawah pengawasan petani. Selain itu, pemasaran juga dapat dilakukan dengan dijual kepada penjual ikan di pasaran maupun pemilik resto dan rumah makan.